Disinyalir Kankangi Permenkes No 56 Tahun 2014, Namun Hebatnya, RS Raudhah Bangko Tetap Beroperasi ?

235
TETAP BEROPERASI : Walau berbagai persoalan menghantam RS Raudha dengan tudingan mengangkangi Permenkes Nomor 56 Tahun 2014, namun RS swasta tersebut, tetap beroperasi hingga saat ini. Foto Ist.

MERANGIN, JEJAKJAMBI.COM –  Kendati sudah cukup lama beroperasi, sejak diresmikan Pemkab Merangin  15 Mei 2015 silam, teryata Rumah Sakit (RS) Raudhah, yang berada dipusat Kota Bangko tersebut menyimpan berbagai persoalan.

Dari berbagai persoalan yang hadir, secara umum RS Raudhah tersebut dinilai sudah mengangkangi berbagai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 56 Tahun 2014, tetang ‘klasifikasi  & Perizinan Rumah sakit’.

Dari persoalan tersebut, muncul pertanyaan apakah Pemkab Merangin mengetahui hal tersebut, namun tetap melakukan pembiaran ? Atau justru Pemkab Merangin kurang jeli menelisik berbagai Permenkes tersebut?

Seperti dikatakan Ketua Umum LSM Sapurata Mirza, dari hasil investigasi pihaknya, ada beberapa persoalan yang disinyalir kuat membuat izin opersional RS Raudhah tersebut dipertanyakan pihaknya, lantaran menabrak berbagai Permenkes Nomor 56 Tahun 2014.

Selain tidak layaknya lokasi parkir kendaraan bagi keluarga pasien, juga lokasi bangunan RS tersebut nampak berada jelas diperbukitan.“ Tak hanya itu, keberdaan SUTET yang hanya beberapa meter saja dari titik RS Raudhah tersebut,  juga dianggap dalam Permenkes  Nomor 56 Tahun 2014 tersebut, menjadi kata tak layak untuk beroperasi,”  Tukas Mirza Ketua LSM Sapurata saat dibincangi jejakjambi.com, Minggu, (11/6), sekitar pukul 17.00 WIB.

Bukan hanya sebatas itu saja, persoalan lain yang tak kalah menarik untuk dikaji pihaknya, tak lain isu yang beredar ditengah masyarakat, terkait dugaan tak layaknya sistem pembuangan limbah RS Raudhah.

“ Baik itu limbah  mengandung mikroorganisme patogen, atau bahan kimia beracun dan berbahaya. Nah, demi memastikan kabar terkait limbah RS Raudhah tersebut, maka dalam waktu dekat LSM Sapurata akan mengkonfirmasi persoalan tersebut terhadap manajemen RS Raudhah, agar semuaya menjadi jelas,” Tegasnya lagi.

Selain mengkonfirmasi persoalan tersebut, terhadap manajemen RS Raudhah lanjut Mirza, pihaknya juga dalam waktu dekat akan mempertanyakan berbagai persoalan yang menyeret nama RS Raudhah terhadap Pemkab Merangin terkait mudahnya Pemkab Merangin mengeluarkan izin operasional RS Raudhah ditengah berbagai persoalan yang ada.

” Kedepan jika memang berbagai persoalan RS Raudhah tersebut benar adanya, maka bukan tidak mungkin kita akan mendesak Pemkab Merangin untuk segera menghentikan operasional RS Raudhah tersebut,” Tandasnya.

Hingga berita ini, diturunkan jejakjambi.com, masih belum berhasil mengkonfirmasi persoalan tersebut, baik terhadap Direktur RS Raudhah, maupun terhadap owner RS setempat, yang belakangan didapat informasi bernama  Dr Djarizal. Dihubungi via ponsel, dinomor ponselnya 0853-793-353-xx, masih belum mendapatkan jawaban. Sementara itu, Kadinkes Merangin Solahuddin juga belum memberikan komentar terkait hal itu .” Nantilah kebetulan saya masih praktek,  nanti coba saya hubungi balik,” Singkatnya. (*)

REPORTER : Chatur

 

 

 
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here