Direktur RS Raudhah : “ Jika Kami Bermasalah Kenapa Izin Kami Bisa Keluar ”

78
Dr Bismel/foto jejakjambi.com

MERANGIN, JEJAKJAMBI.COM – Direktur Rumah Sakit (RS), Raudha Dr Bismel, akhirnya angkat bicara terkait persoalan yang ditudingkan LSM Sapurata, terkait dugaan tak layaknya RS Raudhah tersebut beroperasi, lantaran terbentur Permenkes Nomor 56 tahun 2014.

Dari hasil perbincangan dengan orang nomor satu di RS Raudhah tersebut, secara global pihaknya mengaku sama sekali tidak ada persoalan dengan berbagai Permenkes Nomor 56 Tahun 2014 seperti yang ditudingkan LSM Sapurata dibawah ketua umum Mirza.

Iya lanjut  Dr Bismel, dugaan tak beres akan kehadiran tower (yang sebelumnya disebut sebagai SUTET, red) yang berada tak jauh dari lokasi RS. ” Dari hasil literatur yang saya baca, soal tower itu sama sekali tidak ada persoalan,” Jelas Dr Bismel saat dibincangi jejakjambi.com, diruang kerjanya, Selasa, (13/6), atau sekitar pukul 14.00 WIB.

Sedangkan terkait keberadaan parkir tambah Dr Bismel,  pihaknya mengklaim sudah memiliki parkir yang proporsional. “  Tak ada soal saya pikir soal parkir, memangnya kenapa ya itu parkir kita ada kok ,” Timpalnya .

Lalu bagaimana dengan pembuangan Limbah  RS ? Untuk pembuangan limbah sendiri lanjut Dr Bismel, hingga saat ini memang pihaknya belum melakukan pembakaran  sendiri, untuk limbah jenis medis (limbah padat, red).  Sedangkan limbah cair sudah tidak ada persoalan.

” Untuk berbagai limbah medis, memang  kita masih bekerja sama dengan pihak ketiga baik itu pengakutan limbah, yang selama ini kita menggunakan PT Biutekmika Bina Prima, yang selanjutnya,  berbagai sampah padat medis tersebut dilakukan pembakaran oleh PT Wastek Internasional yang berada di Cilegon, Banten, Tanggerang ,”  Terang Dr Bismel.

Lalu bagaimana dengan aturan Permenkes terkait larangan membangun Rumah Sakit (RS), diatas kawasan perbukitan?  Sayang pertanyaan tersebut, belum mampu disangkal sang dokter  .” Soal itu tanya saja terhadap tata ruang Pemkab Merangin.  Gini saja, jika kami bermasalah, kenapa izin kami bisa keluar dan tak ada persoalan  ,” Jelas sang dokter.

Seperti pemberitaan sebelumnya,   Kendati sudah cukup lama beroperasi, sejak diresmikan Pemkab Merangin  15 Mei 2015 silam,  teryata RS, yang berada dipusat Kota Bangko tersebut menyimpan berbagai persoalan.

Dari berbagai persoalan yang hadir, secara umum RS Raudha tersebut dinilai sudah mengangkangi berbagai Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 56 Tahun 2014, tetang ‘klasifikasi  &  Perizinan Rumah sakit’.

Dari persoalan tersebut,  muncul pertanyaan apakah Pemkab Merangin mengetahui hal tersebut, namun tetap melakukan pembiaran ? Sejatinya, jika saja Pemkab Merangin jeli menelisik lebih jauh persoalan tersebut, maka bisa dipastikan salah satu pusat pelayanan kesehatan Merangin tersebut,   sangat tidak layak untuk beroperasi.

Seperti dikatakan Ketua Umum LSM Sapurata Mirza, dari hasil investigasi pihaknya, ada beberapa persoalan yang disinyalir kuat membuat izin opersional RS  Raudha tersebut dipertanyakan pihaknya, lantaran  menabrak Permenkes Nomor 56 Tahun 2014, selain soal parkir kendaraan yang tak layak,  dugaan bangunan RS yang tak boleh diatas perbukitan, hingga dugaan tak beres pada pembuangan limbah RS setempat.  (*)

REPORTER : Chatur

 








LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here