Diknas Merangin Benar – Benar “Kinclong”..! Dana APBN Tak Lepas Dari Dugaan Pungli..?

755
Ilustrasi/Ist

MERANGIN,- Salah satu slogan Dinas Pendidikan, sebagai pelayan para abdi pahlawan tapa tanda jasa (guru,red),kembali ‘tercoreng.

Itu semua terjadi, tak lepas dari dugaan Pungutan Liar (Pungli) yang terjadi di tubuh Dinas Pendidikan Merangin, lewat akses Kabid TK/SD setempat.

Betapa tidak, baru – baru ini salah satu sumber jejakjambi.com yang layak dipercaya dan minta, wanti – wanti namanya diinisialkan saja menuding, jika pihak Diknas Merangin melalui kasi TK/SD yang belakangan diketahui bernama Taupik, melakuan dugaan Pungli atas proyek APBN yang didapat SD 100/VI wilayah Pamenang, Merangin.

“ Dugaan-nya begitu, maklum dana APBN atas berbagai proyek yang didapat di SD setempat, terkucur kurang dari Rp 1,2 Miliar. Sebuah angka yang tidak sedikit bukan.

“ Apalagi belakangan ini, SD setempat juga juga mendapatkan kucuran dana DAK 2018, senilai Rp 84 Juta, guna pembangunan Jamban di SD tersebut. Dan dugaan Pungli  ini, diduga dilakukan lewat akses kasi TK/SD Taufik, dengan angka puluhan juta rupiah,” Ungkap Sumber jejakjambi.com yang kembali minta namanya diinisialkan SJ saja.

Dan sampai saat ini lanjut SJ, proyek tersebut masih terus dikerjakan dan belum tahap finishing.

“ Belum selesai pekerjaannya, masih terus dilakukan. Dan cobalah dipantau pekerjaanya pak, apakah sudah sesuai spesifikasi atau tidak, kami tak tahu, karena kami bukan orang teknis,” tambah SJ.

Sayang lewat tudingan tersebut, justru pihak Diknas Merangin, baik melalui Kabid TK/SD Helnizon maupun Kasi TK SD Taufik, justru enggan memberikan tanggapan terkait tudingan yang dilontarkan sumber tersebut.

Selain beberapa kali dihubungi via ponsel, kedua pejabat teras Merangin tersebut enggan mengangkat ponselnya, pesan WhatsApp yang dilayangkan  jejakjambi  terkait tudingan itu, tak mendapatkan respon.

Sementara itu, Kepsek SD 100 Pamenang Amplo saat dikonfiormasi terkait tudingan miring itu, coba membantah.

“ Waduh,,, sama sekali tidak ada itu Pungli dari Diknas Merangin. Itu dapat info dari mana. Memang anggaran kita lewat suntikan dana APBN 2018 cukup wah. Tapi tidak ada itu Pungli yang dilakukan pihak Diknas atas proyek yang kita dapat,” Sangkalnya coba meluruskan.

Lebih lanjut Amplo mengatakan, selain pihaknya mendapatkan dana APBN 2018, pada tahun yang sama ini, pihaknya juga mendapatkan kucuran dana DAK senilai Rp 84 juta.

“ Itu dana Rp 84 Juta, untuk pembangunan 4 Jamban disekolah ini. Dan dana ini, baru terkucur 40 persen hingga hari ini, selebih-nya dananya belum tercairkan. Makanya untuk mengejar progress pekerjaaan kita terpaksa ngutang ke toko bangunan,” Timpalnya.

Lalu berapa sebenarnya, total kucuran dana APBN di Merangin 2018, guna membantu fasilitas pendidikan SD di Merangin..? (*)

REPORTER : Chatur






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here