Dihantam Kasus Dugaan Asusila, Syaparudin Anggota DPRD Merangin dari Partai PBB ini, Jarang Terlihat “Ngantor”

136
Syaparudin, anggota DPRD Merangin/Foto Ist

MERANGIN, JEJAKJAMBI,-  Disadari, kasus dugaan asusila yang yang menghantam salah satu anggota DPRD Merangin yang belakangan bernama Syaparudin ini, cukup memukul lembaga legislatif Merangin.

Bahkan, paska kasus laporan korban berinisial LP (16), dilaporkan ke Mapolres Merangin,  Rabu, (12/7) lalu, sejak saat itu juga, politisi dari Partai  Bulan Bintang (PBB), yang juga pemilik Ponpes Darussalam, Pamenang ini, justru jarang terlihat ngantor.

“ Saya jarang lihat beliau (Syaparudin,red) ini ngantor paska pemberitaan asusila yang ditudingkan kepadanya berhembus di berbagai media ,” Ungkap salah satu staf DPRD Merangin,  yang minta namanya tidak dicatut  saat dibincangi jejakjambi.com, baru – baru ini.

Lalu bagaimana perkembangan kasusnya di Mapolres Merangin, atas laporan dugaan asusila yang justru menimpa santrinya sendiri itu? Kapolres Merangin AKBP Aman Guntoro SIK melalui Paur Humas Polres Merangin Ipda Sitorus mengatakan, jika  laporan atas kasus dugaan asusilah yang menimpa LP  yang tak lain santrinya sendiri itu, hingga kini masih terus didalami aparat.

“ Dan perkembangnya, hingga hari ini sudah terdapat lima saksi yang sudah diambil keterangan oleh aparat. Dan sejauh ini, kasus yang mencoreng lembaga rakyat Merangin ini, masih terus didalami aparat,” Tegas Ipda Sitorus.

Tak hanya kasusnya yang berlanjut dalam proses hukum, namun Senin, (24/7), keluarga besar korban berinisial LP, atau sekitar pukul 11.30 WIB, justru terlihat mendatangi gedung wakil rakyat Merangin, dan meminta agar terlapor Syaparudin, dapat disikapi Badan Kehormatan (BK) DPRD,  Merangin.

” Kami datang kesini, meminta dukungan terhadap BK DPRD Merangin, untuk mensikapi prilaku yang dilakukan terlapor Syaparudin  atas korban LP yang tak lain anak kandung kami,” Ungkap Yamin (53), usai melakukan pertemuan dengan BK DPRD Merangin, siang itu.

Sementara itu, As’ari Elwakas yang tak lain ketua BK DPRD Merangin, didampingi Syafruddin Chan yang juga anggota BK Merangin, membenarkan jika keluarga korban LP  telah mendatangi BK DPRD Merangin.

” Intinya laporan ini, akan kita sikapi, untuk ditindak lanjuti. Iya, kami minta terhadap keluarga korban untuk sedikit memberikan BK waktu, untuk menelaah dan memutuskan apa yang ditudingkan keluarga korban LP terhadap salah satu anggota DPRD Merangin Syaparudin,” Ujar  As’ari Elkawas.

Sekedar mengingatkan pembaca, tak berlebihan jika dikatakan, citra wakil rakyat Merangin tercabik – cabik sudah, hanya karena ulah salah satu oknum Anggota DPRD Merangin yang belakangan diketahui bernama Syaparudin.

Betapa tidak, oknum anggota DPRD Merangin besutan partai Partai Bulan Bintang (PBB) ini, dilaporkan atas kasus asusila, oleh santriwati-nya sendiri berinisial LP, yang masih duduk kelas 1 Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Pondok Pesantren (Ponpes), Darussalam, Pamenang, Merangin.

Anak Baru Gede (ABG) ini, mendatangi Mapolres Merangin, Rabu (12/7), atau sekitar pukul 11.30 WIB, guna melaporkan kasus yang menimpanya.

Dari pengakuan  wanita cantik yang baru akan beranjak dewasa ini, perbuatan tak terpuji  yang dilakukan Syaparudin yang tak lain pemilik Ponpes tersebut terungkap, jika awal mula peristiwa memalukan tersebut terjadi, Senin, (10/7), atau sekitar pukul 20.00 WIB.

Dimana saat itu lanjut  LP, dirinya diajak  Syaparudin untuk melihat kondisi lampu dibagian belakang pondok, yang kebetulan berada tidak jauh dari lokasi asramanya. Bahkan  saat berada dibagian belakang pondok, sang ustad atau Syaparudin yang juga anggota DPRD Merangin tersebut, sempat mengajak LP ngobrol dengan  perbincangan yang menjurus kearah yang kurang baik.

” Kamu udah punya pacar belum? Dan pertanyaan dari Syaparudin itu saya jawab  belum punya. Namun anehnya, jawaban saya itu, membuat Syaparudin tidak percaya ,” Ungkap korban saat bertutur kepada jejakjambi.com, usai melaporkan kasusnya ke Mapolres Merangin.

Lantaran kondisi bagian pondok yang sepi, diduga akal bulus Syaparudin bermain. Hal tersebut, bisa diketahui daru cerita LP selanjutnya yang menyatakan, jika sang ustad panggilan keseharian (Syaparudin, red) sempat memerintahkan korban berbalik membelakanginya.

“  Nah saat saya membelakangi terlapor atau  Syaparudin, disanalah terlapor mengerayangi tubuh saya dan (maaf, bagian dada saya dirabah dengan cara pelaku memasukan tanganya kedalam baju saya, red),” Timpalnya.

Karena kaget dengan ulah sang ustad, membuat korban menjerit. Bahkan pelaku yang  khawatir perstiwa tersebut diketahui santariwan dan santriwati lain, terapor sempat menarik tangan  korban, dan meminta untuk tidak kembali ke asrama dan tidur ditempat salah satu keluarganya terlapor ,” Jelas korban. (*)

REPORTER : Jhon Heri
EDITOR      : Chatur

 























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here