Diduga Tanpa Izin, Ratusan Hektar Hutan Diwilayah Desa Bukit Perentak Dirambah… Mungkinkah Ini illeggal Logging?

16
TEBANG : Tampak salah satu potret kayu yang ditebang, dan kondisi lokasi penebangan. Foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Sejak empat bulan terakhir, kawasan Desa Bukit Perentak, Pangkalan Jambu, Merangin, jadi pembicaraan hangat warga yang bermukim dikawasan setempat.

Betapa tidak, hutan diwilayah setempat yang katanya Hutan Penggunaan Lain (HPL), diduga dilakukan perambahan besar – besaran. Nama pengusaha berinisial A pun, disebut – sebut sebagai pihak ketiga yang melakukan penebangan ratusan bahkan ribuan pohon dilokasi tersebut.

Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun jejakjambi.com, bisa jadi sudah ratusan hektar lahan hutan setempat yang dibabat.

Namun sejauh ini, pihak yang melakukan penebangan pohon dilokasi yang katanya tidak jauh dari kawasan  Taman Nasional Bukti Seblat (TNKS) tersebut, tidak mampu menunjukan izin resmi dari pembabatan hutan  tersebut.

“ Saya sebagai tokoh masyarakat setempat, sudah mempertanyakan persoalan penebangan pohon diwilayah setempat apakah memiliki izin resmi atau tidak. Dan sampai saat ini pun, saya tidak perna melihat secara langsung bukti surat izin pembabatan hutan  itu. Mungkinkah ini ilegal logging kita belum tahu pasti. Namun dugaanya sudah mengarah ke ileggal logging lantaran tidak ada bukti secarik kertas sebagai bukti jika aktivitas tersebut tidak melanggar ketentuan hukum,” Ungkap Ismail Cham salah satu tokoh masyarakat setempat, yang coba mempertanyakan persoalan tersebut, saat dibincangi jejakjambi.com, satu jam sebelum berita ini dirilis.

Hal lain yang cukup menarik, Camat Pangkalan Jambu Edi Suprapto  saat dibincangi mengaku tahu hadirnya aktivitas penebangan hutan diwilayah setempat. Namun  sejauh ini, Edi juga tidak tahu apakah aktivitas tersebut resmi atau justru illeggal logging.

“ Saya juga sempat mendatangi pekerja setempat, namun tidak ada jawaban yang pasti yang kami terima. Dan kami juga tidak mendapatkan  pemberitahuan terkait aktivitas besar -besaran tersebut,” Timpalnya.

Tak jauh berbeda, Kapolsek  Sungai Manau IPTU Nursan juga tidak bisa memberikan keterangan pasti terkait aktivitas tersebut.” Saya sendiri baru dapat informasi dari pekerja setempat jika izin penebangan kayu dilokasi sekitar sedang diurus. Siapa yang bertanggung jawab terkait aktivitas ini, saya juga belum tahu,  ” Jelasnya. (*)

REPORTER : Chatur













LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here