Diantara Pusaran Proyek Pokir Dinkes..? Mulyadi : “Saya No Comment” BK DPRD Sebut Belum Ada Pengaduan..?

704
Mulyadi anggota DPRD dalam sebuah momen sesi wawancara awak media/Ist

MERANGIN,- Menarik untuk terus ditelisik. Iya, tudingan jika salah satu anggota DPRD Merangin Mulyadi terlibat langsung dalam permainan proyek pokok – pokok pikiran (Pokir) di instansi Merangin berlogo kalimat Bakti Husada tersebut, masih terus berlanjut.

BACA JUGA : Soal Tudingan Ketua Komisi III DPRD Merangin Main Proyek Pokir, BK DPRD Merangin “Slow Respon”

Teka-teki apakah sang ketua Komisi III dari partai Golkar tersebut, benar-benar melakukan manuver pengendalian langsung proyek Pokir di tubuh Dinkes Merangin tersebut, menjadi hal yang masih cukup menarik untuk terus dibahas.

Maklum, keterlibatan langsung para wakil rakyat dalam mengerjakan proyek tersebut, sudah menjadi rahasia umum, menjadi sesuatu yang ‘haram’ lantaran tidak ada dalam aturan manapun yang membolehkan sang wakil rakyat boleh terlibat langsung dalam pekerjaan proyek yang di dapat dari hasil Reses-nya itu.

BACA JUGA : Viral Di Medsos Soal Tudingan Main Proyek Pokir, Mulyadi Ketua Komisi III DPRD Merangin Malah “Ngacir”..!

Sayang sejauh ini, tudingan demi tudingan yang dibenturkan terhadap politisi muda tersebut enggan ditanggapi salah satu sang legislator Merangin ini.

“ Saya No Comment soal itu,” Singkat Mulyadi, saat dikonfirmasi, Rabu,(08/04/2020), di gedung Dewan, atau sekitar pukul 13.00 WIB. 

Menariknya, lain Mulyadi  lain pula yang dilontarkan Ketua Badan Kehormatan (BK), DPRD Merangin yang saat ini, dibawah ‘payung’ kepemimpinan Taufiq.

BACA JUGA : “Oh My God” Saat di Grebek Aparat, Wanita Ini Tertangkap Basah Dalam Keadaan Bugil..! Dan Ini Pengakuannya..?

Dikonfirmasi terpisah, politisi dari partai berlogo matahari terbit ini mengklaim, jika pihaknya belum bisa sama sekali melakukan pemanggilan terhadap Mulyadi, yang dituding bermain proyek pokir hingga culup melebar ke berbagai media online lokal ini.

Alasannya sederhana, karena terkait tudingan tersebut, hingga saat ini masih belum ada laporan resmi yang masuk ke ‘kantong’ BK DPRD Merangin.

“ Kalau ada yang melapor ke kita secara resmi soal tudingan itu, dengan membawa berbagai bukti, tentu baru BK bisa proses.

” Dan itu aturan main-nya memang. Bukan kita melakukan pembelaan ini loh,” Terang Taufiq usai menggelar rapat internal dengan beberapa anggota BK lainnya, beberapa hari lalu, juga terkait kabar negatif salah satu legislator Merangin itu.

BACA LAGI YUK : “Sejuta Masker, Sejuta Cinta, Dan Sejuta Harapan Untuk Merangin”. Dr H Al-Haris : “Saya Ingin Virus Corona Pergi Dari Merangin”

Terpisah Kabag Hukum Sekretariat DPRD Merangin M Nasir juga memberikan komentar yang sama.

“ Harus ada pelapor-nya yang jelas secara tertulis, baru BK bisa bekerja, jika tidak bagaimana mungkin BK bisa mensikapi persoalan tersebut. Iya, saya juga dengar soal kabar itu di beberapa media onl-line,” Singkatnya seraya mengatakan jika itu aturannya. (*)

REPORTER : Edo Guntara
EDITOR : Chatur







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here