Desa di Merangin Satu Ini Hanya Menyalurkan BLT Terdampak Corona, Senilai Rp 350 Ribu/KK..? Kok Bisa..?

464
Foto hanya ilustrasi/Ist

MERANGIN,- Entah kabar ini, sudah sesuai aturan, atau justru bergeser jauh dari jalur ketentuan yang sudah ditetapkan Pemerintah.

Betapa tidak, Desa Sumber Jaya, Sekancing, Muara Siau, dibawah pimpinan Kades Syapri , dikabarkan hanya menyalurkan anggaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) berdampak corona senilai Rp 350 Ribu/Kepala Keluarga (KK).

BACA JUGA : Berpihak Pada Rakyat, Kebijakan Pemberlakukan Jam Malam Direvisi Pemkab Merangin..! Ini Ketentuannya..?

Padahal sesuai ketentuan, semustinya Desa wajib menyalurkan anggaran BLT senilai Rp 600 Ribu/KK.

Fakta menyedihkan tersebut, diurai salah satu warga penerima BLT tahap pertama di Desa Setempat.

“ Kami disuruh tanda tangan, dengan nilai nominal Rp 600 Ribu, namun dalam amplop yang kami terima hanya Rp 350 Ribu,” Ungkap salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial IA (45), yang tak lain salah satu penerima BLT Desa setempat, bertutur kepada jejakjambi.com, baru-baru ini.

Sepengetahuan IA, di Desanya tersebut tak kurang dari 200 warga penerima BLT.

” Iya, sekitar 200 KK lah kalau di desa ini sepengetahuan saya penerima BLT. Dan dana tersebut kami terima Jumat, 8 Mei 2020 lalu di kantor Kepala Desa,” Tambah IA, seraya mengatakan apakah itu dibolehkan, atau justru melanggar aturan.

BACA JUGA : Bupati Imbau Lurah dan RT Pantau Penyaluran Bantuan Sosial..! Hari Ini 3.201 KK Dilima Kelurahan Tabir Terima Bantuan Sosial

Menariknya, ditempat terpisah Syapri yang tak lain Kades Sekancing ketika dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya hanya memberikan BLT terhadap warganya senilai Rp 350 Ribu/KK, berdampak corona pada tahap pertama.

“ Masalahnya begini. Memang secara kuota Desa ini mendapat kouta BLT berdampak corona sebanyaki  135 KK, dengan total anggaran sekitar Rp 81 Juta.

“ Sebelum dana tersebut dibagikan, kami banyak menerima laporan ada banyak warga yang juga minta BLT lantaran imbas corona,” Kata Syafri.

Dan setelah pihaknya melakukan koordinasi dan melalui kesepakatan Desa, tercatat ada penambahan warga yang minta BLT sebanyak 99 KK.

“ Sehingga yang awalnya Desa ini hanya akan membagikan 135 KK dana BLT sesuai kuota yang telah ditetapkan, namun karena banyaknya warga yang juga minta BLT, akhirnya jumlah penerima BLT disini diluar kuota bertambah 99 KK. Sehingga kita bersepakat membagikan BLT sebanyak 231 KK. Makanya warga hanya menerima Rp 350 Ribu/KK,” Urai Syapri.   

Dan kesepakatan itu, ditandatangahi warga.” Makanya per KK di desa ini terpaksa menerima dana RP 350 Ribu/KK, karena terjadi penambahan diluar kuota yang telah ditetapkan.

BACA LAGI : Asyik Pesta Miras, Puluhan Pria dan 5 Wanita Penghibur Diamankan Aparat..! Ini Potret Penangkapan..?

” Apakah salah yang saya lakukan itu. Dan ini kami lakukan agar warga yang juga mengklaim berhak menerima BLT tidak terjadi keributan,” Kata Syapri lagi. 

Sementara itu, Andre Fransusman sebagai Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Merangin sebagai leading sektor pemerintahan Desa di Merangin masih belum berhasil dikonfirmasi terkait apakah yang sudah dilakukan Kades Sekancing ini tidak menyalahi aturan. Beberapa kali dihubungi  jejakjambi.com, masih belum mendapat respon.(*)

REPORTER : Edo Guntara
EDITOR : Chatur
















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here