Dedi Aswida, Terduga Pelaku “Markus” Masih Bebas Berkeliaran

267
LAPORKAN : Meski kasus dugaan penipuan bernuansa Markus ini, sudah dilaporkan kedua IRT ke Mapolres Merangin, namun terlapor Dedi Aswida nampak masih bebas berkeliaran. Dedi Aswida dalam sebuah momen/foto Ist.

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM –  Kasus dugaan Mafia Kasus alias (Markus), lewat delik kasus laporan penipuan yang menimpa Ibu Rumah Tangga (IRT), Nofi dan Desi (34), Warga Bangko, Merangin, memasuki babak baru.

Informasi yang berhasil dihimpun jejakjambi.com, kasus yang dilaporkan kedua  IRT yang menjadi korban keganasan dugaan Markus yang dimainkan Dedi Aswida tersebut, sepertinya maju selangkah dari sebelumnya, paska dilaporkan kedua IRT bersama kuasa hukumnya, Abu Djaelani,  ke Mapolres Merangin, Senin, (15/5), lalu.

“ Iya, saya mendapatkan informasi dari kedua klien saya, bahwa besok (hari ini, red) Selasa, (23/5), kedua klien saya itu, akan dipanggil penyidik Polres Merangin, guna menjalani pemeriksaan. Kuat kemungkinan, saya akan mendampingi klien saya tersebut saat diperiksa ,” Ungkap Abu Djaelani yang dipercaya kedua IRT tersebut, guna mengawal kasus tersebut.

Sejauh ini Abu Djaelani berharap, agar kasus  dugaan penipuan yang kental akan nuansa Markus tersebut, baiknya bisa cepat disikapi aparat Polres Merangin.” Iya, kita khawatir terlapor dalam hal ini Dedi Aswida kabur, jika proses hukum kasus ini, diperlambat,” Jelasnya.

Apalagi dari informasi yang berrhasil digali pihaknya,  terlapor Dedi Aswida  nampak masih saja bebas hilir mudik diseputaran Kota Bangko, meski kasus tersebut sudah dilaporkan pihaknya.” Itu harapan kita terhadap aparat yang menangani kasus ini,” Tambahnya.

Sementara itu, ditempat terpisah Nofi, satu dari kedua IRT yang terjerat ‘irama permainan markus’ terlapor Dedi Aswida saat dikonfirmasi mengakui jika hari ini, dirinya akan menjalani pemeriksaan sebagai saksi korban, paska kasus ini dilaporkan kuasa hukumnya.

“ Yang jelas saya akan sampaikan sejujur – jujurnya terhadap aparat yang nantinya akan memeriksa saya dalam kasus ini. Termasuk ungkapan terlapor jika dari total Rp 50 Juta uang yang diterimanya saat itu, senilai Rp30 Juta  sudah Ia diserahkan terhadap Kapolres Merangin AKBP Aman Guntoro,” Beber Nofi tak ragu saat dibincangi jejakjambi.com.

Lebih dari itu, Nofi juga berharap agar terlapor Dedi mengakui perbuatanya, yang telah mengambil uang kedua IRT senilai Rp 50 Juta, untuk kepengurusan suaminya  Adam (42), dan Alfiandi (40) (suami korban Desi,red) dalam kasus jual beli hewan dilindungi trenggeling beberapa waktu lalu .

” Sudahlah pak Dedi akui saja lah perbuatanmu,  ada banyak saksi kok yang melihat  saat penyerahan uang tersebut, tak terkecuali anak saya Alfino yang masih berumur 7 tahun,” Desaknya .

Sementara itu, Dedi Aswida, beberapa kali dikonfirmasi jejakjambi.com, tetap menyangkal keras menerima uang Rp 50 Juta dari kedua korban. “ Saya hanya ambil uang korban Rp 6 Juta, untuk membantu kepengurusan kedua suaminya yang terjerat kasus hukum. Nah, kalau Rp 50 Juta seperti yang ditudingkanya terhadap saya, sama sekali itu tidak benar,” Sangkal Dedi. (*)

REPORTER : Chatur







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here