Dedi Aswida : “ Saya Tak Pernah Terima Uang Rp 50 Juta”

269
MOMEN : Dedi Aswida dalam sebuah momen. Foto Ist

MERANGIN – Peryataan Desi (34), dan Nofi (34), keduanya Ibu Rumah Tangga (IRT), Warga Bangko, yang menuding Dedi Aswadi telah melakukan penipuan terhadap kedua IRT tersebut, dibantah keras Dedi Aswida, Selasa, (15/5), sekitar pukul 12.00 WIB.

Meski membantah  menerima uang Rp 50 Juta tersebut, namun Dedi mengakui jika waktu itu, dirinya sempat ingin membantu kedua IRT yang suaminya terjerat kasus hukum penjulan trenggiling itu.

“ Ada niat untuk membantu kedua IRT tersebut, namun kalau saya dibilang meminta uang senilai Rp 50 Juta dan menerimanya, itu sama sekali tidak benar,” Ungkap Dedi penuh penyangkalan, kepada jejakjambi.com.

Masih dikatakan Dedi,  saat itu dirinya hanya meminta uang terhadap kedua IRT tersebut senilai Rp 6 Juta . “ Kalau saya tidak salah ingat, uang itu saya minta saat suami kedua IRT sudah dipindahkan dari tahanan Polres Merangin, menuju tahanan Lapas Bangko.  Dan jujur saja uang Rp 6 Juta tersebut, saya pergunakan untuk bolak – balik ke Jambi, dan coba mengurus persoalan tersebut ke  Balai Konservasi Sumber daya Alam (BKSDA) Jambi.  Karena kasus cukupberat,  mereka (pihak BKSDA,red) mengaku tak sanggup untuk membantu. Wajar dong saya minta uang perjalanan, terhadap mereka. Saya butuh ongkos, makan dan lain lain selama kepengurusan,” bebernya.

Lewat pengaduan yang dilayangkan kedua Ibu Rumah Tangga (IRT) Ke Mapolres Merangin, kemarin, Dedi berencana akan melapor balik kasus yang menimpanya.” Iya, ini pencemaran nama baik namanya. Dan saya akan lapor balik atas pengaduan yang dilakukan kedua IRT tersebut ,” Tukasnya.

Mengingatkan pembaca. Sudah jatuh tertimpa tangga. Kalimat terdepan  cukup tepat dialamatkan terhadap Desi (34), dan Nofi (34), keduanya Ibu Rumah Tangga (IRT), yang tak lain istri dari terdakwa Alfiandi (40), dan Adam (42), yang beberapa waktu lalu terjerat kasus penjualan hewan trenggiling, dengan  Tempat Kejadian Perkara (TKP), kawasan Desa Tambang Baru, Tabir Lintas, (21/1), sekitar pukul 19.30 WIB.

Alih- alih ingin suaminya cepat keluar dari penjara, kedua IRT tersebut  justru terperosok makin dalam. Uang senilai Rp 58 Juta milik kedua IRT,  malah amblas dibaru kabur pelaku Dedi Aswida yang dipercaya kedua IRT tersebut, bisa mengurus suaminya agar bebas dari kasus yang menjeratnya.

Karena sudah merasa tertipu, didampingi kuasa hukumnya Abu Djaelani,  kedua IRT  malang itu , Senin, (15/5), sekitar pukul 15.00 WIB, melaporkan dugaan kasus penipuan  itu, ke Mapolres Merangin.

Kepada jejakjambi.com, kedua IRT tersebut mengaku, awal mula kasus dugaan penipuan  itu terjadi,  saat suaminya tertangkap aparat Polres Merangin, lantaran terjerat kasus penjualan hewan dilindungi tringgiling, 21 Januari 2017 silam.

“ Saat itu saya berpikir siapa yang bisa membantu saya, agar suami saya dan suami Desi  dapat cepat keluar dari balik jeruji besi Polres Merangin,” Timpal Nofi, mengurai kisahnya kepada jejakjambi.com, Senin, (15/5), sekitar pukul 11.00 WIB.

Hingga akhirnya lanjut Nofi yang didampingi korban Desi, keduanya bertemu dengan  aparat TNI berinisial JE, dan ED. “ Dalam pertemuan tersebut kedua aparat TNI tersebut mengatakan, jika pelaku Dedi Aswida yang katanya oknum salah satu media yang ada di Merangin, bisa membereskan kasus tersebut, asalkan ada uang pelicin senilai Rp 50 Juta,” Terang  Nofi lagi.

Yakin dengan peryataan kedua aparat TNI tersebut, membuat korban Nofi dan Desi mengatur jadwal pertemuan dengan Dedi Aswida yang dijembatani kedua aparat tersebut.

” Saat itu saya ingat betul,  tanggal 3 Februari 2017, sekitar pukul 12.09 WIB,  saya menyerahkan uang senilai Rp 50 Juta terhadap Dedi Aswida yang katanya bisa mengeluarkan suami saya, dan membekukan kasus tersebut. Penyerahan uang itu sendiri terjadi dilobby hotel family Inn,” Ungkap Nofi lagi yang dibenarkan korban Desi.

Waktu terus berjalan, namun suami kedua korban tak juga keluar dari jeruji besi . “  Setelah pelaku Dedi Aswida menerima uang  Rp 50 Juta tersebut, beberapa pekan kemudian Ia kembali meminta uang Rp 6 Juta.  Hingga total uang yang sudah diterima pelaku Dedi senilai Rp 56 Juta. Tak hanya itu saya juga sempat memberikan uang terhadap aparat polisi  berinisial An senilai Rp 2 juta, yang katanya untuk proses pencabutan berkas,” Timpalnya diringin tetes air mata, saat bertutur.

Dan mirisnya lanjut Nofi meskipun sudah cukup banyak Ia mengeluarkan uang koceknya bersama korban Desi, namun kedua suami korban tak juga  bisa menghirup udara bebas, hingga akhirnya kasus tersebut dilaporkannya terhadap aparat Polres Merangin .” Saat saya masih bisa berintraksi dengan pelaku Dedi, pelaku Dedi mengaku jika uang  tersebut  sudah dibagi bagikanya ke banyak pihak. Salah satunya senilai Rp 30 Juta diserahkan terhadap Kapolres Merangin AKBP Aman  Guntoro. Itu pengakuan pelaku saat itu, ini bukan saya yang bilang,namun pelaku yang bilang.  Namun sejak beberapa pekan terakhir pelaku sudah tak bisa dihubungi. Makanya saya laporkan kasus ini , ” bebernya penuh penjelasan.

Kapolres Merangin AKBP Aman Guntoro dikonfirmasi terpisah menyangkal keras tudingan tersebut. “  Setahu saya kasus itu sudah cukup lama berjalan. Bahkan kalau tidak salah sudah masuk proses hukum diperadilan. Sederhananya,  kalau saya terima uang haram tersebut mana mungkin kasus tersebut bisa terus berjalan. Itu enggak bener omongan Dedi Aswida ,  ” Tegasnya.

Masih dikatakan perwira dengan pangkat dua melati dipundaknya tersebut, sejauh ini dirinya belum mengetahui adanya laporan tersebut,  lantaran masih berada di Jambi.” Saya masih dijambi, jadi saya belum terima laporanya.  Jangan khawatir, laporan yang masuk akan kita sikapi dan proses  hukum secepatnya,”  Tuntasnya. (*)

REPORTER : Chatur

 







LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here