“COVID 19: Sharing Session Around the World” Digelar Pusat Kajian Demokrasi Dan Kebangsaan

149

JAMBI,- Pusat Kajian Demokrasi dan Kebangsaan (Pusakademia) menggelar diskusi online yang ke-empat kali tentang Covid-19. Kali ini  bertema-kan “COVID-19: Sharing Session Around the World”, Kamis, (23/04/2020).

Dikatakan Direktur Pusakademia Bahren Nurdin MA, jika selain hadirnya diskusi ini, demi menjalin silaturahmi antar anak bangsa Jambi yang sedang jauh perantauan di negeri orang, juga sharing tentang kondisi social masyarakat di negara terdampak, hingga menjelaskan upaya apa saja yang dilakukan pemerintah disana, dan terakhir saling menguatkan dan memotivasi satu sama lain untuk selalu sabar dan semangat dalam menghadapi pandemi ini,  “Never give up and stay togather to strengthen one another”.

BACA JUGA : Peduli Corona, Bank 9 Jambi Cabang Bangko Serahkan Bantuan Puluhan Tedmon Modifikasi Terhadap Pemkab Merangin

Hal menarik dari duskusi tersebut, hadir 8 narasumber Diaspora Indonesia. Diantaranya, Sarah Rizky Ardhani gadis asal Kota Malang yang sedang menempuh pendidikan S1 di Wesleyen University, Amirul Hakim Bin Ahmad Nadzri Dosen di Kolej Islam As Sofa Malaysia, Ima Sri Rahmani Mahasiswi di UCLouvani Belgia.

Tri Kurnia Rahayu.J mahasiswi asal Jambi di National Cheng Kung University Taiwan, Teguh Imanullah mahasiswa di Belgorod State University Russia yang sekaligus Ketua Ikatan Diaspora Muda (IDM) Jambi.

BACA JUGA : Viral..! Gaya Bupati Merangin Sosialisasikan Penggunaan Masker. Al-Haris: “ Pakai Masker Mak, Mati Banyak Kito”

Titin Agustin Nengsih Mahasiswa di Universite de Strasbourg Prancis, Raden Irwansyah Mahasiswa di Universitas Al Azar Mesir, Nisaul Fadilah Mahasiswi di Western Sydney University Australia, serta Mochammad Farisi Dosen Hukum Internasional dari Univ. Jambi. Diskusi  berlangsung dengan di moderatori Direktur PUSAKADEMIA Bahren Nurdin, MA.

Farisi, LL.M dosen Hukum Internasional FH UNJA sebagai pengantar diskusi mengatakan, jika Indonesia memilih untuk menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai respon status darurat kesehatan masyarakat.

Farisi menilai, jika Indonesia dinilanya kurang tegas atau  terkesan setengah – setengah dalam penanganan covid-19. “ Iya antara mau menyelamatkan ekonomi juga menyelamatkan nyawa masyarakat,” Ujar Farisi memulai pembicaraan.

BACA JUGA : BREAKING NEWS..! Duka Itu Akhirnya Tiba, Satu Pasein Merangin Hasil Tes Swab Positif Corona

Jika Indonesia tidak hati-hati lanjut Farisi, maka besar kemungkinan akan terjadi tren peningkatan wabah covid-19 di Indonesia. Bahkan diperkirakan Juni akan menjadi puncaknya. “ Pemerintah perlu ekstra hati-hati dan serius untuk menjalankan PSBB ini, jika covid-19 ingin segera berakhir  di negeri  ini,” Terang Farisi.

Sementara itu Sarah Rizki Ardani dari Amerika Serikat mengatakan, awal penyebaran virus ini di USA, tidak mendapat tanggapan yang serius, bahkan cenderung diabaikan Presiden Donald Trump.

Tapi, dengan semakin meningkatnya masyarakat yang terjangkit, membuat pemerintah mulai panik dan menerapkan beberapa kebijakan termasuk lockdown daerah.

Bahkan sebelumnya,terdapat beberapa kalangan masyarakat yang tidak sejutu dengan kebijakan pemerintah. Mereka, melakukan aksi demo di beberapa negara bagian. Saat ini diberlakukan aturan yang ketat untuk menekan penyebar luasan covid 19, fasilitas umum ditutup.

BACA JUGA : “Kami Bukan Superman” Tak Satu Sen Pun Anggaran Covid 19 di Provinsi Jambi, Ada Untuk Bantuan Bagi Jurnalis..?

Penanganan covid-19 di Australia dikatakan Nisaul Fadilah dari Western Sydney Univ, bahwa Awal-awal kebijakan pemerintah tidak terlalu ketat, tapi seiring meningkatnya kasus yang terjadi, akhirnya pemerintah setempat melakukan lockdown.

Sampai saat ini lanjutnya, telah dilakukan pada fase III dan diberlakukan denda bagi para pelanggar peraturan dan efektif untuk efek jera.

Pemerintah melakukan evaluasi setiap hari dan disampaikan secara transparan terhadap masyarakat. Saat ini tren penyebaran sudah menurun dan dalam waktu dekat ada kemungkinan penormalan kembali aktivitas masyarakat.

Cik-Gu Amirul Hakim dari Malaysia mengatakan, jika statistik menunjukkan per-hari tren penyebaran sudah menurun. Saat ini berlaku lockdown fase 3 hingga 28 April.

Seluruh kegiatan masyarakat di tutup termasuk sector industry. Masyarakat mendapat bantuan dari pemerintah atau kerajaan sampai dengan RM 1600, dan Mahasiswa dapat bantuan RM 200.

Diberlakukan denda terhadap para pelanggar aturan yang telah ditetapkan pemerintah sebesar RM. 10.000 atau penjara 6 bulan atau kedua-duanya, dan juga diberlakukan online learning.

Cerita dari Taiwan juga tak kalah seru. Tri Kurnia menjelaskan, penanganan covid-19 mungkin yang terbaik didunia, hanya terdapat 126 kasus dari Januari 2020.

Walaupun sangat dekat dengan China, pemerintah Taiwan berhasil menekan laju penularan covid-19.  Ada koordinasi semua lini sector yang dilakukan oleh pemerintah dalam melakukan kontrol terhadap aktivitas warga.

Juga lanjutnya, ada travel ban yang ketat, diberlakukan denda bagi para pelanggar. Pemberian bantuan dan masker kepada masyarakat

Raden Irwansyah Mahasiswa Al-Azar menjelaskan, bagaimana kondisi covid di negeri “the gift of Neil”, sampai saat ini tidak ada masyarakat Indonesia yang terkena, penularan covid-19 masuk dari Francis dan tiongkok, pemerintah melakukan penutupan tempat umum termasuk Masjid dan diberlakukan jam malam.

Dan bagi pelanggar akan dikenakan denda sebesar Rp 4 juta atau penjara 3 tahun, dikontrol dengan sangat ketat. Warga dari luar negara akan dikarantina selama 28 hari.

” Tidak dibenarkan lagi untuk berbagi takjil gratis yang biasanya menjadi budaya mereka, dan mahasiswa Indonesia di anggap warga China pembawa virus korona,” Jelasnya.

Dari Prancis Titin Agustin bercerita, jika saat ini terjadi penularan yang sangat tinggi mencapai 159 ribu. Dan  saat ini terdapat 1800 kasus per-hari, angka kematian pun mencapai 500 per hari.

Kesembuhan mencapai 25% dari jumlah kasus. “ Saat ini di perancis berlakukan pembatasan aktivitas masyarakat yang sangat ketat dan pelanggar akan di denda sampai dengan 8 juta atau penjara 6 bulan,” Ungkapnya.

Teguh Imanullah sendiri yang tak lain Mahasiswa di Belgorod State University Russia yang sekaligus Ketua Ikatan Diaspora Muda (IDM) Jambi mengatakan, bahwa kasus penyebaran covid-19 naik turun, diberlakukan pembatasan yang sangat ketat dan diberikan denda bagi para pelanggar.

Warga dilarang keluar rumah, masing-masing kawasan diperbolehkan mengambil kebijakan di daerahnya. Masyarakat diberi bantuan makan tiap hari. “  Dan Alhamdulillah WNI tidak ada yang kena,” Timpalnya.

Di Belgia saat ini lagi musim semi dan baru selesai subuh kata bu Ima mengawali cerita, Ia sangat menikmati tiap paparan dari sahabat yang berada dinegara-negara lain.

Di Belgia Januari terjadi awal 2 kasus, namun respon pemerintah yang cepat awalnya ditanggapi ‘lebay’ oleh masyarakat, tapi akhirnya sangat bagus untuk menekan penyebaran.  “ Semua tempat2 umum ditutup, ribuan orang diberikan sanksi denda, jika melanggar,” Ucapnya.

Terdapat Caos di bebebrapa daerah (rasisme) karena adanya diskriminasi terhadap kaum tertentu (imigran). Pasien yang sakit tidak boleh langsung ke rumah sakit tapi via telepon terlebih dahulu.

“ Setelah itu dijemput ambulan. Iklim yang terlalu demokratis juga menjadi kelemahan dalam menangani covid,” Singkatnya.

Setidakya, terdapat beberapa poin kesimpulan dalam diskusi kali ini. Pertama perlu kerja sama antara pemerintah dan warga negara, dua perlu penerapan denda dan hukuman penjara untuk menimbulkan efek jera.

Ke-tiga pemerintah harus memberi bantuan kepada seluruh warga negara yang terkena dampak covid. Ke-empat perlu kajian akademis (bukan politis) dalam menangani covid.

Selanjutnya, bahu membahu dalam melawan covid, ke-enam covid boleh jadi ujian bagi kita semua agar lebih dekat dengan-Nya, tujuh sangat perlu edukasi masyarakat akan keberadaan covid, delapan para elit politik jangan menfaatkan situasi ini untuk kepentingan tertentu mereka.

Sembilan tingkatkan disiplin diri untuk melindungi diri sendiri dan orang lain, terakhir perlu ketegasan pemerintah dalam menerapkan aturan yang dibuat.(Ist)
















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here