Corat Marut Kasus “Dugaan Fee Proyek Merangin” Mulai Terendus Aparat

81
Ilustrasi/Foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM – Perlahan namun pasti, satu persatu kasus “dugaan fee proyek di Bumi Tali Undang Tambang Teliti Merangin”, mulai terendus ke permukaan.

Jika sebelumnya, ada 15 rekanan yang katanya disinyalir sudah mengelontorkan aliran dana tak sehat terhadap salah seoarang pejabat Merangin berinisial (M). Dimana masing – masing rekanan mengucurkan aliran dana tak kurang dari  Rp 10 Juta. Harapanya, tentu agar proyek bisa didapat 15 rekanan tersebut.

Tak hanya delik itu saja, baru -baru ini, secara gamplang dugaan fee proyek justru diumbar salah satu kantraktor lokal, jika salah satu pejabat Merangin yang disebutnya bernama Umar Muhammad Dy, juga ditenggarai  turut serta mencicipi manisnya aliran uang fee proyek miliknya. juga dengan angka tak kurang dari Rp 10 Juta.

Terus menggelidingnya berbagai informasi dugaan “fee fee proyek” di Merangin, teryata cukup membuat sedikit gerah aparat koprs baju coklat Merangin dibawah pimpinan  Kapolres Merangin AKBP Aman Guntoro SIK.

Tak heran, dari informasi yang didapat jejakjambi.com, dari beberapa kasus dugaan fee proyek yang mengalir ke permukaan, terendus jika kasus tersebut mulai  diintip aparat Polres Merangin.

“ Kalau dibilang sudah melakukan penyelidikan secara permanen memang belum, namun kita tengah mencoba menggali berbagai informasi yang ada, terkait dugaan berbagai kasus fee proyek yang sempat mencuat di berbagai media, baru – baru  ini ,” Ujar Kapolres AKBP Aman Guntoro SIK, melalui Kasat Reskrim AKP Alhajat SIK,  beberapa waktu lalu, kepada jejakjambi.com.

Artinya, lanjut Perwira dengan pangkat tiga balok dipundaknya ini, jika kedepan pihaknya mendapatkan berbagai informasi akurat, hingga turut serta tergerus berbagai Barang Bukti (BB), maka bukan tidak mungkin berbagai dugaan kasus aliran dana tak  sehat tersebut, proses hukumnya akan terjadi peningkatan.

” Begitu lah kira – kira, namun saat ini kita masih mencoba mengumpulkan berbagai data atas delik kasus itu,”  Tambah  AKP Alhajat terlihat santai saat berucap.

Sementara itu, hingga berita ini dirilis, belum ada perkembangan yang cukup signifikan yang berhasil kembali digali jejakjambi.com, dari dua kasus dugaan fee proyek yang sempat mencuat diberbagai media beberapa waktu lalu.

Selain belum ada informasi yang pasti terkait nama M yang di dengung -dengungkan sebagai pejabat penerima fee proyek 15 rekanan, juga sampai saat ini Umar Muhhamad DY masih belum mau berkomentar soal tudingan yang digelontorkan kontraktor lokal Agus Nadi, jika Kabid Pemdes tersebut, sebagai penerima aliran fee proyek. (*)

REPORTER : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here