Bupati Merangin Kunker ke Kabupaten Lebong

88
Bupati Hadiri Syukuran Gedung Baru Kejari/Ist

MERANGIN,- Bupati Merangin H Al Haris bersama rombongan pada Jumat (7/12),melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu.

Kunker bupati ke Lebong tersebut merupakan  kunjungan balasan, setelah sebelumnya pada 2013 lalu Bupati Lebong H Rosjonsyah juga bersama rombongan berkunjung ke Kabupaten Merangin.

H Al Haris disambut bupati Lebong dan Sekda Lebong bersama Forkopimda Lebong, secara adat di rumah dinas Bupati Lebong sekitar pukul 21.00 Wib. Kunker itu merupakan silaturahmi antara pemerintah daerah.

‘’Alhamdulillah hubungan silaturrahmi ini terus terjalin. Saya pada 2015 lalu pernah mau berkunjung ke Lebong, tapi karena Bapak Bupati Lebong sibuk dengan Pilkada, sehingga kita tunda,’’ujar Bupati.

Dikatakan H Al Haris ada beberapa poin penting atas Kunkernya ke Lebong terserbut. Selain bersilaturahmi dengan bupati Lebong dan jajarannya, bupati Merangin ingin bersilaturahmi dengan masyarakat Desa Sungai Lisai, Lebong.

Mengapa demikian? Betapa tidak, seluruh warga Desa Sungai Lisai Kabupaten Lebong awalnya adalah masyarakat Desa Muara Madras Kecamatan Jangkat, Merangin.

Kok begitu? Desa Sungai Lisai tadinya merupakan desa di Kecamatan Jangkat. Namun karena akses desa itu lebih dekat ke Lebong, sehingga diserahkan ke Lebong. ‘’Jadi Lebong ada hubungan  historis dengan Merangin,’’terang Bupati.

Selain itu H Al Haris mengaku ingin belajar dengan seniornya bupati Lebong, dalam membangun daerah. Dimana bupati Lebong dinilai H Al Haris telah berhasil  membangun daerahnya dengan sempurna.

Baik itu bidang pariwisata, pertanian, maupun pemerintahan. Atas kesamaan kondisi alam, H Al Haris telah menetapkan wilayah Jangkat  menjadi kawasan Jangtenang, yang merupakan kawasan strategis kabupaten.

Di kawasan Jangtenang itu lanjut bupati, pada 2019 akan dicanangkan oleh Pemerintah Pusat sebagai lokasi pengembangan bawang putih, untuk wilayah Sumatera.

Ini karena Pemerintah Indonesia sampai sekarang masih membutuhkan sebanyak 450 ribu ton bawang putih pertahunnya yang saat ini masih diimpor dari luar negeri.

Diharapkan bupati nantinya, kawasan Jangtenang bisa memenuhi kebutuhan bawang putih di Indonesia.  Untuk saat ini diakui bupati, komoditi yang terbanyak di Jangkat adalah kopi.

Kedepannya bupati akan mengembangkan komoditi lainnya yang memang sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga ekonomi kerakyatan bisa terus terdongkrak dari berbagi komoditi pertanian.

‘’Kecamatan Jangkat ini, berbatasan  langsung dengan Kabupaten Lebong, lebih kurang 36 Km. Saya berpikir, mengapa tidak membuka akses ke Lebong, karena untuk membangun wilayah tidak bisa terpaku satu akses,’’terang Bupati.

Terbukanya akses ke Lebong itu, membuat bidang pertanian di Merangin, Lebong dan Kerinci semakin bangkit. ‘’Untuk membuka akses itu, saat ini masih terganjal harus melewati hutan lindung. Kita akan minta izin ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI serta UNESCO,’’jelas Bupati. (*)

SUMBER : Humas Merangin








LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here