Besok,,, LSM Sapurata Siap layangkan Somasi RS Raudhah

143
DUGAAN PELANGGARAN : Salah satu poin Penting, yang tertuang dalam Permenkes Nomor 56 tahun 2014, yang diduga dilanggar RS Raudhah, Bangko, Merangin.

MERANGIN, JEJAKJAMBI.COM – Polemig berbagai persoalan yang terjadi pada Rumah Sakit (RS), Raudhah, Bangko Merangin, sepertinya bakal berbuntut panjang. Lewat tudingan, jika RS setempat tak layak beroperasi lantaran menabrak  Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 56 Tahun 2014, sudah lebih dari cukup membuat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Sapurata segera  mengambil langkah untuk somasi terhadap manajemen RS Raudhah.

“ Iya, lewat berbagai polemig tersebut, rencananya besok atau (Rabu, 14 Juni 2017, red) kita akan melayangkan surat somasi terhadap manajemen RS Raudhah,” Ungkap Ketua Umum LSM  Sapurata Mirza SH kepada jejakjambi.com, kemarin petang.

Somasi yang dilayangkan lanjut Mirza, guna meminta kejelasan secara tersurat terhadap pihak RS Raudhah, terkait berbagai tudingan yang nantinya akan dilayangkan LSM Sapurata.“ Iya, kita akan somasi itu RS Raudhah, dan kita minta penjelasan secara tersurat, terkait berbagai polimig yang terjadi terhadap RS setempat,” Tukasnya.

Kendati somasi belum dilayangkan, namun Mirza sudah sedikit membocorkan berbagai persoalan yang terjadi terkait kejanggalan yang terjadi pada perizinan RS Raudhah tersebut.” Tidak adanya lokasi parkir yang layak, bangunan RS diatas perbukitan, dan dugaan pembuangan limbah yang tidak sesuai dengan ketentuan. Dan itu semua berbenturan dengan Permenkes Nomor 56 tahun 2014. Dan anehnya, kendati jelas berbenturan dengan Permenkes Nomor 56 tahun 2014, kok bisa iya izin operasional RS Raudhah tersebut dikeluarkan Pemkab Merangin. Ada apa ini ,”  Ujar Mirza penuh tanda tanya. (*)

REPORTER : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here