Belanja APD Senilai Rp 3,4 Miliar Ditubuh Dinkes Merangin Disorot..! Diduga Terjadi Penggelembungan Harga..?

481
Foto hanya ilustrasi/Ist

MERANGIN,- Anggaran percepatan penanganan wabah virus corona (covid-19) untuk belanja berbagai kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan kebutuhan penanganan covid-19 ditubuh Dinas Kesehatan (Dinkes) Merangin menuai persoalan.

BACA JUGA : Milad PAN ke-22 Tahun, DPD PAN Merangin Gelar Bhakti Sosial Diberbagai Tempat

Dari informasi sementara yang didapat media ini, tak kurang dari Rp 3,4 Miliar dari dua kali belanja APD dan kebutuhan penanganan covid-19 menggelontor ditubuh Dinkes 2020.

Masih dari informasi yang didapat, belanja pertama tersuplai dana tak kurang dari Rp 800 juta, dan belanja kedua berkisar Rp 2,6 Miliar. Sebuah angka belanja yang tidak sedikit tentunya..?

Namun dibalik belanja yang sudah digelontorkan, persoalan pun datang, terkait belanja APD yang diduga terjadinya pembengkakan harga belanja, atau belanja barang dengan harga tak normal.

“ Iya misal belanja Thermo Gun (Alat Pengukur Suhu Tubuh,red), dan sepatu boots yang keduanya ditenggarai dibeli diatas harga normal.

“ Kalau angka-angka pastinya saya tidak tahu, namun indikasi belanja tak normal itu ada disana. Dicari aja datanya,” Timpal sumber media ini yang minta namanya dirahasiakan saja saat dibincangi jejakjambi.com.

Hal menarik untuk ditelaah Zamroni, yang tak lain Kabid pemberantasan penyakit menular dan tidak menular Dinkes Merangin, saat dikonfirmasi justru mengklaim tidak tahu menahu soal tudingan tersebut.

”  Wah kalau soal itu, tanya saja langsung dengan Kadis kesehatan, saya tidak menahu soal itu,” Singkatnya.

Terpisah Kadis Kesehatan Merangin Abdai saat dibincangi justru mengakui, jika ada beberapa belanja APD ditubuh Dinkes yang saat belanja pertama atau senilai Rp 800 Juta, diatas harga normal jika berkaca pada kondisi harga saat ini.

BACA JUGA : Meriahkan HUT RI ke 75, Badminton Cup Bupati Merangin Sukses di Gelar. Yuk…Pantau Siapa Saja Jawaranya

“ Iya, misal pembelian Thermo Gun (Alat Pengukur Suhu Tubuh). Kemarin waktu belanja pertama harganya masih mahal, namun jika dilihat harga saat ini tentu harganya jauh lebih murah. Kondisinya memang berbeda saat itu,” Jelas Abdai secara umum seraya mengatakan, mungkin itu yang mereka sebut terjadinya pembengkakan harga tersebut. 

Meski Abdai tak bisa menjelaskan secara detail soal kisaran belanja dimaksud lantaran bicara angka-angka, namun pihaknya juga  sudah meminta kelengkapan harga belanja pada pihak ketiga, saat belanja pertama dan kedua agar persoalan harga tersebut menjadi jelas dan memang tidak ada persoalan disana.

” Gambaran umum-nya kira-kira begitu. Jadi sama sekali tidak ada mark up harga disana seperti yang ditudingkan, dan kita juga tak ingin persoalan ini menuai persoalan hukum dikemudian hari,” Jelas Abdai.

BACA JUGA : Momen HUT RI ke-75, 245 Napi Lapas Kelas IIB Bangko Terima Remisi

Sisi lain lanjut Abdai, pihaknya juga sama sekali tidak menapik jika beberapa waktu lalu, ada beberapa petugas Dinkes yang sempat menjalani pemanggilan aparat Polres, guna dimintai keterangan terkait pengunaan belanja anggaran covid-19 Merangin.” Dan ihwal persoalan tersebut sudah kita jelaskan petugas kita terhadap aparat saat dimintai keterangan,” Jelas Abdai . 

Hingga berita ini diilis, Rofi yang ditenggarai sebagai PPTK dalam pengadaan berbagai APD dan belanja lain-nya untuk penanganan covid-19 di Merangin, masih belum berhasil dikonfirmasi ihwal persoalan ini. (*)

REPORTER : Chatur

























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here