Begini Bantahan Hj Fatmawati Istri Sang Ketua DPRD Merangin, Terkait Delik Kasus Dugaan Wanprestasi Yang Ditudingkan Kepadanya? Ups,,,,

48
ILUSTRASI/IST

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Merasa cukup ‘tersengat’, dengan kabar Hj Sri Rezeki yang memperdatakan  Hj Fatmawati, yang tak lain  istri dari ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail, akhirnya mendapat sangkalan. Kepada jejakjambi.com, Hj Fatmawati coba mengklarifikasi persoalan yang cukup mengejutkan dirinya tersebut.

Menurut istri orang nomor satu ditubuh legislatif Merangin ini, dirinya tidak menyangkal jika dirinya sempat meminjam uang senilai Rp 50 Juta terhadap Hj Sri Rezeki melalui koperasi Koperasi Serba Usaha Al-Hidayah.

Tak hanya itu, dirinya juga tidak membantah jika Ia sempat menitipkan sertifikat sebidang tanah miliknya sebagai jaminan guna mendapatkan pinjaman cepat itu.

Bahkan dalam perikatakan tersebut, Hj Fatmawati pun tak menapik jika dalam pinjaman uang tersebut, terdapat suku bunga yang harus dibayar setiap bulan dengan nominal Rp 2,5 Juta/bulan.

” Namun pinjaman dana tersebut sudah beralih tangan terhadap Fauzi, yang tak lain mantan Kadiknas Merangin,  yang juga kakak kandung dari Zaidan Ismail Sang ketua DPRD Merangin.

” Makanya lanjut Hj Fatmawati, sertifikat yang sempat dianggunkan terhadap Hj Sri Rezeki sempat tariknya, dan diganti dengan sertifikat tanah atas nama Mastura yang tak lain istri dari Fauzi. Dan itu diketahui Hj Sri Rezeki sebagai pemilik koperasi setempat,” Tukas Hj Fatmawati.

Hanya saja lanjut Hj Fatmawati, saat peralihan hutang piutang dirinya dengan Fauzi tersebut,sama tidak dilakukan secara tersurat. Meski demikian tambah Hj Fatmawati, jika Hj Sri Rezeki mengetahui hal tersebut, dan terdapat beberapa saksi yang juga mengetahui peralihan piutang itu .

” Jadi sama sekali tidak benar, jika saat ini saya masih memiliki hutang dengan Hj Sri Rezeki seperti seperti yang ditudingkan Hj Sri Rezeki yang sudah memperdatakan kasus ini ,” Jelas Hj Fatmawati seraya mengatakan, jika proses hukum perdata yang dilayangkan Hj Sri Rezeki tersebut, siap dihadapinya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Diduga lantaran wanprestasi terkait hutang piutang, membuat Hj Fatmawati yang belakangan diketahui istri dari Ketua DPRD Merangin Zaidan Ismail, terpaksa ber-urusan dengan hukum.

Bertempat di Pengadilan Negeri (PN), Bangko, (12/10), atau sekitar pukul 09.00 WIB, Hj Sri Rezeki yang tak lain ketua Koperasi Serba Usaha Al-Hidayah, coba memperdatakan Hj Fatmawati, lantaran tak kunjung membayar hutangnya senilai Rp 50 Juta, yang dipinjam tergugat Hj Fatmawati, tertanggal 12 Desember 2012 silam.

Sayang meskipun sidang perdata tersebut telah dibuka hakim Bungaran Pakpahan SH, namun perkara nomor : 01/Pdt.G.S/2017/PN.Bko, terpaksa ditunda pekan depan, atau Kamis, 19 Oktober 2017, lantaran tergugat Hj Fatmawati tidak terlihat hadir dalam persidangan perdana, lewat delik dugaan wasprestasi itu.

Usai berlangsungnya sidang Toni Irwan Jaya SH yang dipercaya Hj Sri Rezeki sebagai Penasehat Hukum (PH) mengatakan, jika hutang piutang tersebut yang dialami klienya tersebut, diduga terjadi 12 Desember 2012 lalu, dengan bukti kwitansi terlampir, serta jaminan sertifikat sebidang tanah.

Kepada Penggugat Hj Sri Rezeki yang bertempat tinggal dikawasan Rantau Panjang, Tabir, lanjut Toni, tergugat Hj Fatmawati berjanji akan membayar hutangnya tersebut paling  lambat 12 Februari 2013. Tak hanya itu, tergugat pun berjanji akan membayar bunga atas pinjamannya tersebut sebesar 5 persen/bulan atau Rp 2,5 Juta/bulan.

Bukannya membayar hutangya terhadap penggugat Hj Sri Rezeki, namun justru pada Februari 2013 (tanggal tak ingat,red) lanjut Toni lagi, tergugat Hj Fatmawati malah meminta sertifikat tanah yang dianggun-kanya terhadap penggugat Hj Sri Rezeki, dengan alasan sertifikat tanah tersebut ingin dijual, agar bisa membayar hutang terhadap penggugat Hj Sri Rezeki.

” Namun janji, sepertinya tinggal hanya janji, karena sejak saat itu kendati berbagai upaya sudah dilakukan penggugat Hj Sri Rezeki agar tergugat Hj Fatmawati segera membayar piutangnya, namun tak membuat tergugat Hj Fatmawati sebagai tergugat bergeming dan membayar piutangnya. Lantaran hutang tak kunjung dibayar, akhirnya kasus ini pun berujung hukum. Dan sidang lanjutkan kasus perdata ini, akan kembali digelar Kamis, (19/10),” Jelas Toni.

Hingga petang kemarin, Hj Fatmawati dalam hal kasus ini sebagai terguggat, masih belum berhasil dikonfirmasi jejakjambi.com, terkait delik kasus dugaan wanprestasi yang merundungnya saat ini. (*)

REPORTER : Chatur






LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here