Banwaslu Merangin, Pura – Pura Tak Tahu, Atau Pura Goblok..! Sebut Gambar Begini Bukan APK…..! Ups………………?

533
Salah satu baliho raksasa yang terpasang di depan SPBU Pusat Kota Bangko/Ist

MERANGIN,- Beberapa waktu lalu Komisi Pemilihan Umum (KPU) Merangin sudah menetapkan zona pemasangan Alat Peraga Kampanye (APK).

Tak perlu waktu lama, pasca penetapan, beberapa titik zona yang sudah ditetapkan KPU sebagai titik APK, nampak padat terpasang sejumlah APK kandidat sejumlah Caleg

BACA JUGA : Sempat Dibully Media, Tholib Pejabat BPN Akui Kesalahan..! Anehnya Sang Pejabat Lepas dari Sanksi.!

Meski zona sudah ditetapkan, bukan ber-arti sejumlah Caleg patuh dan mau mematuhi aturan main tersebut.

Terbukti, hasil pantauan jejakjambi.com, sejumlah titik jalan nasional Bangko, Merangin, tak lepas dari target para caleg ‘nakal’ untuk membranding APK.

Sejumlah APK dengan ‘ukuran raksasa’, nampak terpasang tanpa ada rasa takut, jika apa yang mereka lakukan dengan memasang APK dititik jalan nasional pusat Kota Bangko tersebut jelas keberadaan-nya melanggar ketentuan, sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), Nomor 23 Tahun 2018, tentang Kampanye Pemilihan Umum.

“ Saya bingung, itu apa kerja Banwaslu Merangin, mulai dari titik Jembatan Lintas Merangin hingga Ujung Jalan Tiga Jalur kawasan Sungai Ulak, ada banyak APK terpasang sejak beberapa minggu terakhir.

“ Namun aneh, itu semua tidak dilakukan sterilasi oleh pihak Banwaslu Merangin. Jadi apa ya, kerja Bawanslu Merangin, pura pura tidak tahu, pura – pura goblok, atau malas bekerja, alias pengen makan gaji buta saja.

” Masa iya persoalan yang jelas – jelas melanggar aturan sedemikian, tidak ada tindak lanjut, apalagi sanksi atas pemasangan APK dizona terlarang tersebut,” Protes  keras Hendra Ledi, yang tak lain Sekjen Perindo Merangin, saat bertutur kepada jejakjambi.com baru – baru ini.

Masih ditegaskan Hendra, yang juga mantan ketua Panwas Kecamatan Bangko dua periode ini, sesuai dengan  PKUP Nomor 23 Tahun 2018, tentang Kampanye Pemilihan Umum, BAB 1, Pasal 1 Nomor 28, yang isinya.

‘Alat Peraga Kampanye adalah semua benda atau bentuk lain yang memuat visi, misi, program, dan/atau informasi lainnya dari Peserta Pemilu, simbol atau tanda gambar Peserta Pemilu, yang dipasang untuk keperluan kampanye yang bertujuan untuk mengajak orang memilih Peserta Pemilu tertentu’

“ Nah,  jika bercermin dengan ketentuan diatas, maka baliho raksasa yang terpasang  di sejumlah titik jalan nasional tersebut, jelas itu merupakan APK yang terpasang diluar zona yang telah ditetapkan.

“ Saya minta itu disikapi Banwaslu  Merangin, atas temuan APK yang ada didepan mata ini. Jika didepan mata saja tak mampu disikapi, gimana APK  nan jauh disana,” Tegas Hendra.

Menarik untuk dicermati, pucuk pimpinan Banwaslu Merangin  Albert Trisman justru menyangkal jika, apa yang dilontarkan Hendra  Ledi tersebut, merupakan  APK.

Bahkan Sang ‘pengadil’ Pemilu ini mengatakan, setidak-nya musti terdapat tiga unsur terpenuhi, baru bisa dikatakan APK.

Pertama ada logo partai, kedua ada nomor partai, dan unsur terakhir terdapat nomor urut Caleg.

“ Nah, jika sudah ada tiga unsur  tersebut, baru bisa dibilang APK, jika tidak  memenuhi tiga unsur ketiga-nya, tak bisa dibilang APK,” Sangkalnya.(*)  

REPORTER : Chatur



















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here