“Bak Kubangan Lumpur” Proyek Jalan Muara Siau-Lubuk Beringin Disorot.! Menariknya PT Maharupa Abadi Lepas Tangan..?

966
Potret pekerjaan proyek/Ist

MERANGIN,-Meski pekerjaan proyek belumlah usai dikerjakan, namun proyek peningkatan jalan Muara Siau- Lubuk Beringin, Merangin, lewat kucuran dana APBD Merangin 2020 senilai Rp 3 Miliar sudah menjadi sorotan warga.

Apalagi proyek jalan sepanjang 12 KM tersebut, dikabarkan sudah melakukan pencairan anggaran atau termin hingga 50 persen dari pagu anggaran proyek.

BACA JUGA : “Krikil kecil, Hingga Krikil Tajam” Hantam Kepemimpinan Kapus Rantau Panjang? ” Hak Honor Kami di Potong”

Potret ‘bak kubangan lumpur’, hingga banyaknya aspal yang tak merata atau terlihat seperti gelombang air, menjadi ‘pemantik’ kekesalan warga atas proyek yang menelan dana tak sedikit itu.

” Sudah jadi kubangan lumpur pak pekerjaan jalan tuh. Lihat saja kalau hujan datang. Jalan malah makin sulit dilintasi padahal sebelum proyek dikerjakan, jalan ini keras dan merata meski belum diaspal,” Urai salah seoarang petani setempat, saat dibincangi jejakjambi.com, dan minta namanya tidak perlu dimuat dimedia.

Menariknya lagi, dari hasil penelusuran jejakjambi.com, PT Maharupa Abadi yang tercatat sebagai pemenang tender pada proyek skala besar tersebut, justru terkesan ‘lepas tangan’ saat dimintai tanggapan.

Alasan sang direktur atau pemenang tender cukup ‘menggelitik’.“ Tanya Warsito saja, dia yang tahu soal proyek tersebut,” Kata Samson yang tak lain Direktur PT Maharupa Abadi.

Tapi itu atas nama PT Maharupa Abadi yang bertanggung jawab atas proyek tersebut sebagai pemenang tender? Biasalah lanjut Samson, nama perusahaan itu dipinjam.

” Perusahaan saya itu dipinjam-nya, ngertilah kan,” Timpal Samson sang Direktur PT Maharupa Abadi saat dikonfirmasi dan terkesan lepas tanggup jawab, atas pekerjaan proyek disalah satu titik sudut Kabupaten Merangin itu.

Selain terdapat nama Warsito sebagai pengendali proyek, hal ‘ganjil’ lainnya juga masih dari hasil penelusuran jejakjambi.com terdapat nama lain atau Zul Fikar alias ‘Bujang Siau’ yang juga mengklaim sebagai pemilik atas proyek tersebut.

Bujang Siau sendiri saat dibincangi melalui sambungan telepon mengakui, jika proyek tersebut sudah dilakukan cermin pembayaran hingga 50 persen dari jumlah anggaran proyek.

Kesan enggan membahas soal keluhan warga atas hasil kerja proyek tersebut pun juga kembali dirasakan.

BACA JUGA : Bergerak Cepat, Bupati Merangin H Al-Haris Pantau Penyaluran BST

” Sabar saja dulu, Itu kan proyek belum rampung 100 persen. Lagian kita tidak tahu apakah proyek tersebut bisa lanjut berjalan, atau tidak. Kalau tidak bisa lanjut, tentu kita minta hitung hitungan sisa pembayaran.

” Karena hitungan saya proyek tersebut sudah rampung 80 persen,” Timpal Bujang Siau yang juga mengaku sebagai rekanan dalam pekerjaan proyek tersebut.

Tumpah tindihnya penanggung jawab atas pekerjaan proyek tersebut dibalik nama PT Maharupa Abadi sang pemenang tender yang semustinya bertangung jawab penuh atas pengunaan uang negara  tersebut, meng-indikasikan ada ketidakberesan saat proses tender proyek tersebut berjalan beberapa waktu lalu.

Apa kapasitas Warsito disana, dan apa pula kapasitas Bujang Siau? Apakah keduanya memiliki  Surat Keterangan Ahli (KSA), dan terlibat Memorandum of understanding (MoU) dengan PT Maharupa Abadi ? Ini tentu masih menjadi tanda tanya besar?   

Sementara itu Plt Kabid Bina Marga Yadi Novianto saat dibincangi hanya bicara akan mengkruscek pekerjaan proyek tersebut. “ Nanti kita pantau lah kesana bersama PPTK, terkait laporan warga yang masuk ini,” Singkatnya.

Sekedar untuk diketahui, selain proyek dengan panjang  12 KM tersebut, dilakukan pengerasan jalan juga dilakukan pengaspalan.(tim)     

 

 

























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here