“Alasan Klasik” Masih Jadi Sandaran Jawaban UPTD Alat Berat

187
Mustarhadi Kepala UPTD Alat Berat/Foto Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM – ‘Jawaban klasik, sepertinya masih jadi sandaran’ pihak UPTD alat berat Merangin, guna memperbaiki citra, atas melorotnya Pendapatan Asli Daerah (PAD), yang terjadi sepanjang 2017.

Meskipun Mustarhadi sebagai kepala UPTD alat berat Merangin, masih belum mau berkomentar, terkait anjloknya PAD alat berat ditubuh Dinas PU Merangin tersebut, namun Kasubag TU UPTD Alat Berat Ermanto SE, alias Anto akhirnya angkat bicara, terkait PAD alat berat Merangin yang masih jauh dari harapan.

“ Kita semua tahu jika proyek baru jalan di Merangin, atau bulan Juni 2017 ini. Jadi bagaimana mungkin kami bisa mengejar PAD alat berat tersebut. Meski demikian, diakhir Juli 2017 nanti, mudah – mudahan PAD alat berat Merangin, bisa kita tembus diangka Rp 200 Juta ,” Timpal Ermanto saat dihubungi jejakjambi.com, Rabu, (19/7), atau sekitar pukul 12.30 WIB.

Selain alibi proyek belum banyak yang jalan, banyaknya alat berat yang rusak beberapa waktu lalu, cukup menyita waktu pihaknya untuk melakukan perbaikan terhadap berbagai alat berat yang rusak.

” Dan Alhamdulillah, saat ini dari beberapa  alat berat yang sebelumnya rusak, secara berangsur sudah membaik, dan siap digunakan,” Tukasnya lagi, tanpa mau merinci berapa total alat berat yang siap digunakan saat ini.

Sementara itu, Forum Bersama Peduli Merangin F-BPM Merangin dibawah payung koordinator Masroni justru mengelontorkan fakta baru. Fakta baru tersebut lanjut Masroni, menjadi ‘sinyal’ ketidakberesan Mustarhadi dalam mengelolah UPTD alat berat, yang diharapkan banyak pihak bisa over target, melalui PAD-nya.

“ Ngurus satu persaoalan saja sudah terlihat tidak beres, lalu kenapa pula Mustarhadi mendapatkan wewenang sebagai PPTK  di Bina Marga, Dinas PU Merangin. Dan angka yang diurus sebagai PPTK wilayah 3 setempat, tak kurang dari Rp 5 Miliar. Pertanyaanya, apa di Merangin kekurangan PPTK?

“ Disini perlu kejelian Bupati Merangin sebagai kepala daerah untuk menelaah lebih jauh persoalan ini,  jika tak ingin PAD alat berat Merangin semakin parah,  hingga bisa berujung blunder bagi Pemkab Merangin,” Beber Masroni.

Seperti dikatakan Masroni sebelumnya, jika kucuran dana APBD  Merangin 2017, senilai Rp 1,4 Miliar untuk alat berat tersebut, semata – mata dikucurkan Pemkab Merangin, dengan harapan agar PAD alat berat, bisa over target, bukan malah melorot seperti yang terjadi saat ini .

“  Kalau begini kabarnya, ini kerja apa namanya? Dan saya minta aparat hukum , dapat jeli melihat persoalan ini. Indikasi adanya berbagai penyimpangan terkait pengelolaan alat berat jika merujuk dari hasil PAD alat berat tersebut, sepertinya bukan kabar burung. Dan  F-BPM tak main – main, dalam mensikapi persoalan ini,” Tukasnya.

Selain  F-BPM mendapatkan data jika Mustarhadi rangkap jabatan, pihaknya juga sudah mendapatkan rincian kucuran dana APBD Merangin 2017 yang digelontorkan Pemkab Merangin senilai Rp 1,4 Miliar, untuk alat berat.

Rincian tersebut,  biaya suku cadang alat berat senilai Rp 400 Juta, jasa service Rp 300 Juta, Bahan bakar Minyak (BBM), senilai Rp 100 Juta, SPPD Rp 180 Juta, hingga Oli senilai Rp 60 Juta.  “ Melihat besaran kkucuran dana APBD Merangin untuk alat berat tersebut, tidak ada alasan PAD alat berat tidak over target,” Tukasnya. (*)

REPORTER : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here