Aktivitas PETI Terus Bergerak di Pamenang. Mungkinkah Ada Beking Dibalik Aktivitas Terlarang Itu?

10
PETI : Aktivitas PETI, yang berhasil diabadikan, jejakjambi.com, disalah satu titik wilayah Pamenang, beberapa waktu lalu.

MERANGIN,JEJAKJAMBI,- Aktivitas terlarang, melalui Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI), di berbagai titik wilayah Pamenang, Merangin, terus bergerak dan terbukti, hingga kini tak mampu dituntaskan Pemkab Merangin, bersama aparat terkait.

Bukan malah berkurang, namun jumlah mesin dompeng yang terus beroperasi diwilayah setempat, kian hari justru kian bertambah.

Informasi yang berhasil dihimpun jejakjambi.com, sedikitnya terdapat beberapa titik yang masih menjadi ‘primadona’ para penambang emas terlarang itu. Diantaranya, berbagai titik kawasan Desa Tambang Emas, dan Desa Tanjung Benuang, Kecamatan Pamenang Selatan, berbagai titik wilayah Desa Bukit Bungkul, dan berbagai titik wilayah Lantak Seribu, Kecamatan Renah Pamenang.

“ Kalau penelisiran kami di berbagai titik wilayah tersebut, aktivitas PETI hampir setiap hari terus bergerak. Bahkan jumlah mesin dompeng di berbagai titik wilayah yang disebutkan diatas, tak kurang dari 50 mesin dompeng saat ini. Jumlah  tersebut, terus meningkat dari hari ke-hari.

” Sejatinya,aktivitas terlarang diwilayah Pamenang ini, memang sudah sangat membahayakan, jika tidak cepat disikapi berbagai pihak, tak terkecuali Pemkab Merangin, ” Ungkap Taufik yang tak lain ketua LSM Agustus, bertutur kepada jejakjambi.com, baru – baru ini.

Lalu apakah ada beking, dibalik aktivitas PETI diwilayah setempat hingga terkesan sulit dibrantas? Mensikapi pertanyaan tersebut  Taufik menduga, bisa jadi ada.” Namun siapa orangnya sejauh ini, masih kami cari tahu. Hanya saja kami berharap agar Pemkab Merangin dan aparat terkait dapat segera mensikapi persoalan tersebut sebelum aktivitas terlarang tersebut kian dalam ,” Jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Pamenang AKP Sampe Nababan  saat dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, justru tidak menyangkal jika aktivitas PETI diwilayah hukumnya tersebut terus terjadi hingga saat ini. Pendekatan dengan masyarakat, hingga para pelaku PETI, lewat sosialisasi dampak bahaya PETI terus dilakukan pihaknya.

“ Beberapa waktu lalu misal, kita sudah melakukan sosialisasi dampak bahaya PETI, diwilayah Lantak Seribu, Renah Pamenang,  yang merupakan salah satu sentral PETI yang cukup besar di Pamenang ,” Jelasnya.

Dan sosialisasi ini, lanjut AKP Nababan akan terus berlanjut, diwilayah lain di Pamenang, termasuk beberapa lokasi yang disebut merupakan lokasi PETI.“ Iya, sosialisasi aktivitas PETI ini, akan terus kita lakukan hingga akhir Agustus 2017 nanti. Dan bicara penegakan hukum, tentu kita akan berkoordinasi dengan Pemkab Merangin, karena persoalan  Ini, bukan hanya persoalan aparat saja,” Tukasnya. (*)

REPORTER : Chatur













LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here