Akhirnya Pimpinan Kantor Mandiri Micro Business Cluster Bangko Resmi Dipolisikan..?

1910
Ilustrasi/Ist

MERANGIN,- Masih ingat kasus dugaan pelecehan seksual, yang ditudingkan terhadap Ahmad Khairul Umam Alias (AKU), yang tak lain pucuk pimpinan Kantor Mandiri Micro Business Cluster Bangko, dan sempat ‘menghiasi dinding’ pemberitaan berbagai media online lokal beberapa waktu lalu.

Jika masih ingat, diam – diam baru – baru ini ternyata AKU sudah dilaporkan secara resmi oleh pelapor ke Polres Merangin, atas tudingan perbuatan tidak menyenangkan oleh korban berinisial M.

BACA JUGA : Dugaan Pelecehan Seksual, Seret Nama Pucuk Pimpinan Kantor Mandiri Micro Business Cluster Bangko. Benarkah Kasus Tersebut Terjadi..?

Dan, Rabu (26/6), atau sekitar pukul 13.00WIB, AKU untuk kali pertama menjalani proses pemeriksaan atas laporan pelapor. Dari berbagai informasi yang berhasil dihimpun jejakjambi.com terlapor AKU menjalani pemeriksaan lebih dari dua jam.

“ Benar, terlapor AKU yang merupakan klien saya sudah dilaporkan resmi oleh pelapor. Dan saat ini, aparat tengah melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Biarkan dulu aparat bekerja, kami yakin dan percaya aparat akan bekerja secara profesional,” Ujar Alex Almaneri yang tak lain pengacara terlapor, dan mendampingi terlapor saat dilakukan pemeriksaan kali pertama hari itu.

Dikatakan Alex, sejauh ini laporan yang dibuat pelapor tak lain menyangkut pasal 335 KUHP atau perbuatan tidak menyenangkan. “ Saya belum bisa memberikan keterangan, nantilah biarlah aparat bekerja dulu,” Ucapnya.

Kendati AKU masih belum memberikan tanggapan terkait pemeriksaan yang dilakukan aparat terhadap dirinya lewat delik kasus tersebut, namun Kasat Reskrim Polres Merangin IPTU Hairunnas membenarkan jika AKU hari ini(kemarin,red) sudah menjalani pemeriksaan atas laporan pelapor.

“ Iya, AKU hari ini sudah dilakukan pemeriksaan aparat, akan tetapi kita masih belum bisa memberikan keterangan resmi terkait pemeriksaan yang dilakukan. Nantilah, kita kabari jika sudah ada perkembangan,” Tandasnya.

Seperti pemberitaan sebelumnya, Kasus dugaan pelecehan seksual, yang menyeret nama Ahmad Khairul Umam Alias (AKU), yang tak lain pucuk pimpinan Kantor Mandiri Micro Business Cluster Bangko, dirasa cukup menyita perhatian publik.

Benarkah kasus tersebut terjadi, dengan korban berinisial M yang belakangan diketahui merupakan bawahan-nya AKU yang masih duduk sebagai pimpinan Bank Mandiri Mitra Usaha KCP Hitam Ulu.

Lalu bagaimana kasus tersebut terjadi? Seperti dirilis dari media online fokusinfo.com, jika kasus yang menimpa korban berinisial M, berawal dari permintaan pucuk pimpinan-nya kala itu, agar korban berinisial M  mau membuka pakaian-nya, dengan diimingi AKU, akan karir terhadap korban berinisial M .

” Pak Umam bilang kepada saya, hubungan bawahan dengan atasan biasa begitu. Dia juga pernah mencontohkan kepada saya bahwa Bank-bank lainnya sekaligus menyebut nama pimpinan bank yang biasa meminta bawahannya melayani pimpinan. Saya kukuh tidak mau. Mungkin karena itu saya dimintanya menulis surat pengunduran diri dari Bank. Karena harga diri saya serasa diinjak injak akhirnya terpaksa saya tulis surat pengunduran diri,” Cerita berinisial M, seperti dilansir media online fokusinfo.com, (tanpa editing,red)

Informasi berharga tersebut, coba ditelusuri lebih jauh jejakjambi.com, dengan mendatangi kantor Kantor Mandiri Micro Business Cluster Bangko yang terletak dikawasan Sungai Ulak, Nalo Tantan, Merangin.

Sayang, setibanya dikantor tersebut atau Senin,(22/4) atau sekitar pukul 10.30 WIB, media ini hanya mendapati satu pekerja kantor tersebut berinisial SI (nama sengaja disamarkan,red), dan mengatakan jika inisial AKU sedang tidak ada dikantor, lantaran ada aktivitas di Jambi.

“ Benar, jika ada nama berinisial M yang bekerja dikantor Bank Mandiri Mitra Usaha KCP Hitam Ulu kala itu, saat  AKU masih menjabat sebagai pimpinan kantor tersebut.

“ Namun beliau (berinisial M ,red) sudah tidak lagi bekerja dikantor itu lagi saat ini setahu saya. Dan saya tidak tahu persis apakah berinisial M sudah diberhentikan, atau memang kontrak kerja-nya sudah habis dan tidak diperpanjang waktu itu,” Kata SI kepada jejakjambi.com, saat dibincangi. (*)

REPORTER : Chatur

























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here