Ado Ado Bae,,,! Dituding “Tilep” Dana Desa, SKPJ Kades Sekancing Ilir 2017 Ditolak Warga?

468
Kades Sekancing Ilir Afrizal/dokumen jejakjambi.com

MERANGIN,- Diduga lantaran kurang transparanya pengunaan Anggaran Dana Desa (ADD), di wilayah Desa Sekancing Ilir, Kecamatan Tiang Pumpung, Merangin sepanjang tahun 2017, membuat sebagian warga desa setempat, justru menolak Laporan Keterangan Pertangungjawaban (LKPJ) Kades Sekacing Ilir .

Warga menuding, sejumlah proyek yang dikerjakan di Desa Sekancing Ilir sepanjang tahun 2017, tak sedikit terjadi kelebihan anggaran.

” Ada beberapa proyek fisik yang dikerjakan di Desa ini, sepanjang 2017, yang berasal dari ADD. Meski sejumlah proyek tersebut tuntas dikerjakan, diduga terjadi kelebihan anggaran. Nah, yang jadi pertanyaan kami warga disini, ke-mana sisa anggaran dari sejumlah proyek fisik yang dikerjakan sepanjang 2017 silam tersebut ditempatkan,” Ungkap salah seoarang warga setempat, yang minta wanti – wanti namanya tidak perlu dicatut, saat dibincangi jejakjambi.com, baru – baru ini.

Masih diurai sumber, selain proyek pembangunan turap, juga terdapat beberapa proyek fisik lainnya yang dikerjakan di Desa Sekancing sepanjang 2017, antara lain pembangunan pasar hingga pembangunan jembatan.

” Modusnya diduga sama, proyek tuntas dikerjakan, namun terdapat banyak kelebihan dana atas pekerjaan proyek itu. Dan dalam LKPJ Kades setempat, tak jelas di kemanakan  kelebihan anggaran atas berbagai proyek fisik yang dikerjakan. Makanya kami minta aparat terkait atau hukum, bisa menelaah persoalan ini, untuk dapat disikapi,” tambah sumber ini.

Berapa jumlah kelebihan dana yang terjadi, imbas dari berbagai proyek yang dikerjakan? Sayang sumber jejakjambi.com, masih belum bisa bicara pasti, terkait total kelebihan anggaran atas berbagai proyek yang dikerjakan.

” Kalau angka pastinya tidak begitu jelas pak, namun diduga berkisar Rp 50 juta-an,” Tukasnya, seraya mengatakan, imbas persoalan tersebut tak sedikit dari warga yang menolak LKPJ Kades Sekancing Ilir 2017 tersebut.

Kendati pihak Badan Pemberdayaan Desa (BPD) Desa Sekancing Ilir masih belum berhasil dikonfirmasi, namun Kades Sekacing Ilir Afrizal menyangkal keras tudingan warga tersebut.

” Tudingan warga tersebut sangat tidak mendasar, dan itu sama sekali tidak benar. Kalau tudingan adanya kelebihan dana proyek sepanjang 2017 itu betul adanya, namun kelebihan dana tersebut, kembali kita peruntuhkan untuk masayarakat Desa. Misal bantuan pembangunan Masjid, membuat taman desa, dan berbagai bantuan atas aktivitas warga. Enggak mungkin lah saya ’tilep’ dana tersebut,”  Sangkal Afrizal .

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat belum berhasil dikonfirmasi, terkait adanya tudingan warga ini . (*)

REPORTER : Rabu Iskandar
EDITOR : Chatur   






















LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here