Miliran Rupiah Uang Rakyat Terkuras, Hanya Untuk Bimtek Kades Merangin ke Bali

161
Ilustrasi/Ist

MERANGIN,JEJAKJAMBI.COM – Sistem pengelolaan anggaran di Bumi Merangin, tak berlebihan jika dikatakan sistem “ala pedagang kaki lima”. Tak hanya itu, program seruan Presiden RI  Jokowi agar Pemerintah Daerah, terus melakukan efesiensi dalam pengunaan anggaran pun, sepertinya sama sekali tidak menjadi batu sandungan sejumlah pejabat Merangin.

Betapa tidak, baru – baru ini, Pemerintah Kabupaten Merangin, melalui kucuran Anggaran Dana Desa (ADD), menggelontorkan dana Miliran rupiah, hanya untuk Bimbingan Teknik (Bimtek), para Kades se-Kabupaten Merangin dan perangkatnya. Bahkan Pulau Dewata Bali, menjadi titik lokasi yang tak bisa ditawar – tawar lagi, tanpa mengedepankan tingkat kewajaran dari Bimtek itu sendiri.

“ Ini Merangin, sepertinya sudah menjadi negeri dongeng seribu mimpi. Ya, kalau hanya untuk Bimtek semata, Kota Bogor saya pikir sudah jauh lebih cukup untuk melaksanakan Bimtek. Nantilah kita bicara soal apakah kegiatan Bimtek Kades Merangin ini, bertabrakan dengan ketentuan atau tidak, namun kita bicara soal kepatutan saja lah dulu. Emang ilmu apa yang akan diemban hingga harus ke pulau Dewata Bali,”  Ujar salah satu Pengiat Media Sosial (Medsos),  Rahman Pamenang, penuh kritisi, saat dibincangi jejakjambi.com, baru – baru ini.

Sementara itu, informasi yang didapat jejakjambi.com, dari salah satu Kades Merangin yang ambil bagian dalam Bimtek tersebut mengaku, jika kucuran dana Bimtek tersebut, cukup bervariatif. Ada kades yang membayar Rp 8 Juta/Kades, ada juga yang membayar Rp 10 Juta/kades .” Entah lah, saya hanya ikut saja, mudah – mudahan ilmu yang saya dapat dalam kegiatan ini, bukan yang aneh – aneh yang saya dapat,” Timpal salah satu Kades ini, minta benar – benar namanya tidak dicatut, jika peryataanya tersebut akan dipublikasikan.

Dilain pihak,  Barlef salah satu Kades Merangin, yang  ter-intip tidak ambil bagian dalam Bimtek  Kades ke Bali tersebut mengatakan, jika dirinya tidak ambil bagian  dalam Bimtek tersebut, lantaran dirinya lebih mengedepankan asas manfaat dari bimtek tersebut .” Uang puluhan juta itu tidak sedikit, dari pada saya Bimtek  ke Bali, mending uang sebanyak itu saya buat untuk program bedah rumah warga saya yang miskin. Lebih bermanfaat kan,” Timpalnya singkat bercerita.

Sementara itu, Kadis BPMPD M Ladani, maupun Kabid BPMPD Umar masih belum berhasil dikonfirmasi, terkait salah satu kabar yang kurang populer di Bumi Merangin ini. (*)

REPORTER : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here