47 Titik Api Terpantau di Sarolangun…!

108
Bupati Sarolangun saat memberikan arahan/Ist

SAROLANGUN,- Kemarau panjang yang sedang berlangsung membuat terjadi kebakaran dimana-mana, tak terkecuali di Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.

Pemerintah Kabupaten Sarolangun menyikapi kondisi ini dengan koordinasi yang baik dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan hingga penaganan kebakaran yang terjadi.

Bupati Sarolangun Cek Endra dalam memimpin rapat koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, mengiintruksikan kepada Camat dan Kepala desa (Kades) untuk mendata warga yg membuka lahan di wilayah mereka masing-masing serta melakukan sosialisasi terkait Pidana (sanksi) bagi warga yang membakar Lahan.

“Camat dan Kades harus mendata warga yg membuka lahan di wilayah masing-masing, sosialisasikan sanksi Pidana bagi warga yang membakar Lahan,” tegas Bupati, Rabu (14/8) di ruang Pola Bupati Sarolangun.

Tidak hanya kepada Camat dan Kades, Bupati juga meminta kepada pihak perusahaan, wajib memiliki tangki air, embung air di sekitar lahan serta alat dan perlengkapan pemadam kebakaran.

“Diharapkan pihak perusahaan peduli akan kebakaran di sekitar lahan perusahaan, dan dapat membantu penanganan kebakaran lahan,” tambah Bupati.

Hadir dalam rapat, Wakil Bupati Sarolangun Hillalatil Badri,
Sekda Thabroni Rozali,
Dandim 0420 Sarko Rochyat Happy Arianto, Wakapolres Sarolangun Atrizal, para Camat, Lurah dan Kades, para Kepala SKPD, serta seluruh Pimpinan Perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sarolangun.

Dalam Laporannya, Dandim 0420/Sarko Letkol. Kav. Rochyat Happy Aryanto mengatakan untuk saat ini di Provinsi Jambi terdapat 304 Hotspot (titik api), sementara di Kabupaten Sarolangun terdapat 47 Hotspot.

“Di Kabupaten Sarolangun terdapat 47 Hotspot, yang terbanyak di Kecamatan Limun, yakni 21 Titik,” ungkap Dandim. (*)

REPORTER : Abah Agus
EDITOR : Chatur
























LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here